Halo, Casual People!
Kalau sekarang lo ngelihat cowok pakai baju warna pink (merah muda), pasti sebagian orang masih ada yang ngira itu feminim atau "cewek banget".
Sedangkan warna biru diidentikkan sebagai warnanya para cowok.
Tapi tahu gak lo? Sejarah mencatat kalau logika warna ini ternyata sempat kebalik total! Ada fakta sejarah tersembunyi yang bikin lo melongo. Gini ceritanya:
1. Pink Itu Warna Militer & Maskulin: Hingga awal abad ke-20 (sekitar tahun 1900-an), warna pink justru dianggap sebagai warna yang kuat, tegas, dan sangat maskulin. Alasannya? Pink itu dinilai sebagai turunan langsung dari warna merah—warna darah, api, dan seragam perang yang melambangkan keberanian kaum pria.
2. Biru Justru Buat Perempuan: Kebalikannya, warna biru muda zaman dulu disarankan buat anak perempuan. Kenapa? Karena warna biru dianggap melambangkan keanggunan, kelembutan, dan kesan religius (identik dengan penggambaran pakaian Bunda Maria dalam tradisi Barat kuno).
3. Mulai Kebalik Sejak Industri Fashion Masuk: Pola ini baru berubah total sekitar tahun 1940-an setelah Perang Dunia II. Pabrik pakaian dan strategi marketing di Amerika mulai memisahkan gender lewat warna demi jualan: Pink buat cewek, Biru buat cowok. Sejak saat itulah doktrin warna ini melekat sampai sekarang.
Realitanya: Warna itu gak punya gender bawaan dari lahir. Semuanya cuma konstruksi sosial dan permainan branding industri fashion aja!
Tips dari gue: Buat para cowok, gak usah gengsi atau ragu lagi pakai baju warna pink. Secara historis, lo itu justru lagi memancarkan energi jagoan perang yang maskulin dan berani tampil beda! Baru tahu kan kalau warna pink itu aslinya punya para cowok macho?
Yuk, langsung SHARE artikel ini ke grup atau temen-temen lo sekarang!
Kita patahkan stigma lama biar konten ini makin edukatif dan masuk FYP massal!
#SantaiTapiBerisi | Casualogue.



